Catatan kisah Habibana yg selalu ku ingat : Habibana Munzir
Almusawa : "Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu,
aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang
hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar
dan megah, seraya bersabda : “semua orang tak tega melihat
kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan
istirahatlah…
Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya
berkata :kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja,
tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau
sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia(memang
saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada
rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan
mium bersamaku .. masuklah,,,
Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah
tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang
menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan
ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!
Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia
memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau
masuk.. mari…
Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau
membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw
memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..
Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu
bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali
hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..
Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti
pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw,
menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi
saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum
usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku” secepat itukah habibana meninggalkan qt semua sebagai jamaahnya,,,???
Almusawa : "Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu,
aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang
hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar
dan megah, seraya bersabda : “semua orang tak tega melihat
kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…,
kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan
istirahatlah…
Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya
berkata :kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja,
tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan
kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau
sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia(memang
saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada
rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini
bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan
mium bersamaku .. masuklah,,,
Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah
tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang
menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan
ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!
Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia
memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah
digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau
masuk.. mari…
Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau
membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw
memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..
Aku terbangun…
Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu
bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali
hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..
Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti
pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang
raib begitu saja.
Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw,
menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi
saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum
usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku” secepat itukah habibana meninggalkan qt semua sebagai jamaahnya,,,???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar